SHINE MUSCAT

SHINE MUSCAT

Silsilah anggur muscat tidak diketahui dengan jelas, tetapi beberapa peneliti meyakini berasal dari Yunani atau Italia dan telah dibudidayakan di wilayah mediretania selama lebih dari 3.000 tahun.

Sementara anggur muscat Jepang berasal dari Eropa, tetapu Jepang menciptakan hibrida mereka sendiri setelah mengimpor berbagai tanaman merambat pada era Meiji (1868 – 1912). Orang Jepang kemudian bereksperimen dan lahirlah varietas baru, Shine Muscat, hibrida beraroma dan tahan terhadap penyakit.

Secara botani anggur ini diklasifikasikan sebagai Vitis Vinifera, varietas yang berasal dari Jepang. Anggur ini di rilis ke pasar Jepang tahun 2003 dan langsung jadi populer.

Ada empat alasan mengapa anggur ini jadi populer. Pertama ukurannya yang besar dibanding anggur pada umumnya. Kedua, renyah untuk ukuran anggur. Ketiga, sangat manis. Wajar saja, rata-rata bix shine muscat adalah 18. Keempat, tercipta tanpa biji. Karena kepopulerannya ini, shine muscat kini tak hanya dibudidayakan di Jepang, tetapi juga di China dan Korea Selatan. Sudah dipasarkan juga di Korea Selatan, Hong Kong, Taiwan dan Indonesia.

Shine muscat sangat cocok di makan segar, tanpa diolah terlebih dahulu. Bisa juga digunakan untuk topping kue tart, ice cream dan makanan manis lainnya. Di Jepang, anggur ini juga sering dikombinasikan dengan makanan yang memiliki rasa pedas, asin, asam atau pahit. Anggur berwarna hijau ini dapat disimpan hingga satu minggu didalam lemari es. Jangan dibuka plastiknya jika belum ingin dinikmati.

Shine muscat merupakan sumber vitamin C, K dan B6 yang baik. Selain itu, ada kandungan magnesium, zat besi dan kalium. Dengan nutrisi yang ada, anggur ini baik dikonsumi sehari-hari karena dapat membuat tubuh lebih sehat. Buah ini termasuk musiman dan hanya tersedia di musim semi hingga akhir musim gugur.