BUAH TIN/ARA

BUAH TIN/ARA

Tin atau Ara (Ficus carica L.) adalah sejenis tumbuhan penghasil buah-buahan yang dapat dimakan. Nama “Tin” berasal dari bahasa Arab. Dikenal juga dengan “Ara” karena berasal dari pohon ara yang dalam bahasa Inggris disebut fig.

Buah ara, salah satu tanaman pertama yang dibudidayakan oleh manusia. Mereka telah didokumentasikan sepanjang sejarah sebagai sumber makanan selama lebih dari 11.000 tahun. Pertama kali dibudidayakan di Mesir kuno. Meskipun diyakini asal mula tumbuh di daerah Asia Barat, mulai dari pantai Balkan hingga Afganistan. Sekarang sudah dibudidayakan di Turki, Australia, Chili, Argentina dan Amerika Serikat.

Buah ara tekstur kulit yang halus berwarna ungu tua, ada retakan di dekat ujung batang saat matang dan memperlihatkan pulp di bawahnya. Memiliki biji renyah, daging yang kenyal, sangat lembut dan juicy. Rasanya manis.

Satu buah ara mengandung 3 persen dari jumlah serat harian yang direkomendasikan. Karena kandungan serat dan efek pencaharnya, ara kering sering digunakan dalam pengobatan sembelit.

Buah ara secara alami rendah lemak dan tidak mengandung banyak protein. buah ini sumber vitamin K, kalium, kalsium dan magnesium yang baik. Vitamin K penting untuk pembekuan darah. Potasium dan kalsium penting untuk fungsi oto. Magnesium membantu mengatur tekanan darah dan mendukung lebih dari 300 reaksi enzim.

Meskipun buah ara mengandung gula tinggi, buah ini merupakan sumber alkaloid, triterpenoid, vitamin C, dan flavonoid yang baik, subkelompok polifenol. Senyawa ini telah ditemukan memiliki sifat anti-diabetes, anti-kanker dan antimikroba, serta kekuatan antioksidan, membantu memerangi stress oksidatif dan menurunkan risiko penyakit kronis.

Dicampur dengan bahan-bahan gurih seperti garam, dan remah-rempah buah ara dapat menghasilkan rasa “daging” yang memiliki aroma dan rasa berasap, hampir seperti steak. Ara juga bisa dicampur menjadi adonan kue atau dibuat salad. Buah ara segar tersedia di awal musim semi hingga awal musim dingin.