Sayuran Manis Alami, Pengganti Gula Buatan

15 Apr 2020

Sayuran Manis Alami, Pengganti Gula Buatan

Tahukah kamu? Sayuran yang biasa dikonsumsi ternyata tidak hanya mengandung nutrisi seperti serat, vitamin C, vitamin A dan lainnya. Tetapi juga mengandung gula alami.

Nah gula alami yang dimiliki beberapa sayuran ternyata bisa loh dijadikan sebagai pengganti gula pasir yang biasa dikonsumsi. Anda yang penderita diabetes ingin lebih aman menikmati aneka masakan lezat? Kepoin sayuran manis alami, pengganti gula buatan yuk.

Wortel Berastagi Freshco

Jenis sayuran yang kaya akan vitamin A ini merupakan salah satu sayur yang dapat diolah berbagai macam, mulai dari sup, tumis, jus atau bahkan dimakan secara langsung

Berbeda dengan sayuran hijau yang rasanya cenderung pahit, wortel berastagi Freshco sendiri mempunyai rasa yang manis. Apalagi jenis baby carrotnya. Tak heran jika banyak yang menggemari. Sebagian besar gula, terkonsentrasi di dalam inti wortel. Jadi gunakan lebih banyak inti wortel untuk mendapatkan rasa manis lebih banyak pada masakan.

Baca juga : Salah Sangka, Sayuran Ini Ternyata Buah

Jagung Manis

Rasa manis pada varian ini disebabkan adanya karbohidrat kompleks yang terkandung di dalamnya. Namun tenang saja, makan jagung utuh tidak akan menyebabkan gula darah naik.

Jagung manis umumnya bertekstur empuk dan tidak keras, walaupun tua. Tetapi jagung manis muda memiliki rasa yang lebih enak. Jagung manis bisa diolah dengan cara direbus atau dibakar. Bonggol jagung manis bisa juga ikut direbus.

Kentang manis

Ingin mendapati manis alami saat mengolah sayur sop? Bisa menggunakan jenis yukon gold. Kentang ini memiliki kulit berwarna kuning. Sedangkan untuk bagian dagingnya, memiliki tekstur yang lembab, lembut, dan memiliki rasa yang manis daripada kentang lainnya. Kentang ini, lebih cocok jika diolah dengan cara direbus, dipanggang, ataupun digoreng.

Labu

Rata-rata semua jenis labu memiliki rasa lebih manis dibanding sayuran lainnya. Rasa manis ini didukung dengan manfaat seperti rendah kalori dan tinggi serat.

Tetapi labu dengan tingkat kemanisan cukup tinggi adalah labu kabocha dan butternut squash.

Kabocha, dikenal sebagai labu Jepang, konon kabocha dibawa dari Kamboja oleh orang Portugis ke Jepang. Di Jepang, kabocha banyak dimanfaatkan untuk tempura dan diyakini dapat mencegah flu saat musim dingin. Kandungan betakaroten kabocha lebih tinggi daripada labu parang. Buahnya berukuran kecil, beratnya sekitar dua kilogram. Ada yang berkulit hijau tua, ada yang oranye. Kulitnya tidak sekeras kulit labu parang. Daging buahnya berwarna kuning, teksturnya halus, dan rasanya manis. Labu memiliki indeks glikemik yang sangat rendah, sehingga aman juga dinikmati penderita diabetes.

Butternut squash, bentuknya mirip seperti buah pir, namun berukuran besar. Panjangnya sekitar 20-30 cm, dengan diameter 10-12 cm. Kulit buahnya berwarna kekuningan. Buah yang belum matang berwarna hijau. Daging buahnya berwarna kuning dan cita rasanya manis.

Bit

Tak disangka, bit yang biasa digunakan sebagai obat alami menyimpan rasa manis. karena manis alaminya, bit dibudidayakn untuk diekstraksi dan diambil gulanya yang dinamakan beet sugar. Gula bit ini diyakini dapat memasok energi yang stabil dan berkelanjutan bagi tubuh dibandingkan dengan gula biasa. idf