Kebaikan di Balik Corona

13 Mar 2020

Kebaikan di Balik Corona

Kepanikan yang ditimbulkan coronavirus atau Covid-19 hingga sekarang belum mereda. Terbukti dari masih terjadinya panic buying yang dilakukan masyarakat, seperti masker, hand sanitizer dan jahe merah. Kepanikan pun bertambah saat berita-berita hoax soal corona tersebar bebas di media sosial.  

Meski panik, menimbulkan kekhawatiran dan kerugian di beberapa bidang kehidupan, tak dipungkiri ternyata ada kebaikan di balik corona. Kebaikan itu antara lain;

Konsumsi buah dan sayur meningkat

Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2018, tingkat konsumsi buah masyarakat Indonesia tergolong rendah, masih jauh di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Survey terakhir menyebutkan konsumsi buah dan sayur hanya mencapai 180 gram per kapita setiap hari. Sedangkan standar WHO mencapai 400 gram per kapita per hari.

Namun sejak virus corona menyerang, masyarakat berbondong-bondong mengubah gaya hidupnya lebih sehat. Dengan banyak mengonsumsi buah dan sayur. Apalagi buah dan sayur yang mampu meningkatkan imunitas tubuh, seperti buah berry, kiwi, jeruk, jambu biji, dan lainnya. Diketahui virus corona tidak mudah menyerang tubuh jika daya tahan tubuh kuat.

Baca juga : Langkah Tingkatkan Imunitas Tubuh yang Tepat

Lebih rajin mencuci tangan

WHO menyebutkan, cuci tangan ada langkah awal yang efektif mencegah segala penyakit, seperti infeksi saluran pencernaan, penyakit pernapasan dan virus corona. Bagaimana cara mencuci tangan yang tepat?

  1. Basahi tangan dengan air mengalir.
  2. Gosok sabun ke telapak, punggung tangan dan sela jari-jari.
  3. Bersihkan bagian bawah kuku-kuku.
  4. Bilas dnegan air bersih mengalir.
  5. Keringkan tangan dengan handuk/tissue atau keringkan dengan udara/dianginkan.

Jangan lupa, bersihkan tangan selama 20 detik agar bakteri benar-benar mati.

Sadar akan kebersihan

Lingkungan kotor merupakan rumah bagi virus dan bakteri berkembang biak. Sejak terjadinya corona, pemerintah pusat secara jelas memberikan anjuran dan sosialisasi kepada masyarakat untuk rajin membersihkan lingkungan rumah, kantor, sekolah atau kampus, termasuk benda mati yang ada didalamnya. Contohnya membersihkan meja, gagang pintu, lemari, keyboard, komputer dan lainnya.

Peneliti Mikrobiologi dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sugiyono Saputra mengatakan ada virus corona yang tidak dapat menular di benda mati tetapi ada juga beberapa jenis yang dapat bertahan pada benda mati selama dua jam hingga sembilan hari. “Pada umumnya, suhu 60 derajat selama 60 menit sudah bisa menginaktifkan berbagai jenis virus. Jadi berhati-hatilah memegang sesuatu dan tetap jaga kesehatan,” jelasnya. idf (berbagai sumber)