Syarat jadi Importir Buah dan Sayur di Jakarta

16 Mar 2020

Syarat jadi Importir Buah dan Sayur di Jakarta

Buah dan sayur adalah kebutuhan pokok bagi masyarakat. Sayang, idak semua kebutuhan buah dan sayur dapat dipenuhi oleh penghasil di dalam negeri. Oleh karena itu, importir buah dan sayur di Jakarta dan kota besar lainnya bermunculan. Apa saja syarat jadi importir buah dan sayur di Jakarta?

1.     Memiliki perizinan

Sebelum memulai bisnisnya, importir buah dan sayur di Jakarta dan kota lainnya harus mendapatkan Angka Pengenal Impor (API) dan Surat Persetujuan Impor (SPI). Kedua dokumen ini dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) atas rekomendasi Kementerian Pertanian (Kementan) mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 30.  Untuk membuat API, para importir buah dan sayur harus menyiapkan dokumen akta perusahaan, NPWP, SIUP, dan dokumen lainnya.

2.     Memiliki partner dagang di luar negeri

Importir buah dan sayur di Jakarta harus memiliki partner dagang di luar negeri. Partner dagang di sini berlaku sebagai ekportir atau pemasok produk yang akan diimpor ke Indonesia.  Para importir buah dan sayur yang masih pemula tentunya akan kesulitan menentukan mana partner dagang yang bisa dipercaya. Sebaiknya mereka belajar dari perusahaan importir buah dan sayur yang terkemuka, seperti PT Indofresh, atau meminta informasi dari KADIN terdekat.

3.     Mengurusi bea cukainya

Setelah terjadi transaksi dan pihak ekpsortir telah mengirimkan barangnya, importir buah dan sayur di Jakarta harus segera mengurus kepabeanan di Kantor Bea dan Cukai. Dalam hal ini pihak importir buah dan sayur memberi tahu adanya impor barang yang mereka lakukan serta membayar bea masuk dan PPN melalui bank yang ditentukan. Proses ini harus dilakukan hingga Kantor Bea dan Cukai memberikan persetujuan untuk membongkar barang impornya.

4.     Memiliki alat transportasi dan tempat penyimpanan

Dua hal ini yang sering menjadi alasan para importir buah dan sayur di Jakarta kehilangan izin untuk mengimpor. Pemerintah biasanya menentukan spesifikasi tertentu untuk produk buah dan sayur, misalnya spesifikasi kendaraan sebagai alat pengangkutan buah dan sayur serta luas gudang yang diperbolehkan.