Importir Buah dan Sayur tidak Boleh Lakukan Ini

09 Mar 2020

Importir Buah dan Sayur tidak Boleh Lakukan Ini

Walaupun pemerintah kini mempermudah kegiatan ekspor-impor, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan oleh para importir. Apa saja hal-hal itu?

  1. Tidak mempunyai gudang yang layak

Berdasarkan Pasal 23 huruf E Peraturan Menteri Perdagangan (permendag) No. 71 tahun 2015 tentang ketentuan importir produk hortikultura, importir buah dan sayur di Jakarta, Surabaya, Makassar, dan kota lainnya harus menuliskan pernyataan dan bukti kepemilikan gudang yang layak untuk buah dan sayur. Dalam hal gudang layak ini, para importir buah dan sayur harus memastikan letak gudang, suhu dan kelembapan gudang dan cold storage-nya, pengaturan dan penempatan buah dan sayur di dalam gudang tersebut, labelling dan pencatatan buah yang keluar dan masuk, serta keamanan gudang. Bila importir kedapatan tidak memiliki gudang yang layak, mereka bisa diberi sanksi.  

  1. Jasa angkutan yang memadai

Beda produk yang diimpor menyebabkan beda pula persyaratannya. Bagi importir buah dan sayur di Makasar, Jakarta, Surabaya atau kota besar lainnya di Indonesia, angkutan yang paling banyak dipilih ialah jasa angkutan laut karena bisa membawa buah-buahan dalam volume besar tetapi dengan harga yang relatif murah. Setelah tiba di pelabuhan, buah-buahan dan sayur akan diangkut ke gudang dengan truk yang layak berdasarkan ketentuan Kementrian Perdagangan. Sanksi penangguhan atau bahkan pencabutan izin dapat dilakukan bila para importir buah dan sayur tidak memenuhi spesifikasi alat transportasi yang ditentukan.

  1. Tidak dikemas layak dan tidak diberi label

Buah impor yang sudah tiba di gudang importir buah dan sayur ini sebelum dipasarkan haruslah dikemas dan diberi label. Pelabelan ini menunjukkan bagaimana buah dan sayur diproduksi, misalnya penggunaan pestisida dan pupuk. Label juga akan menunjukkan buah tersebut dimodifikasi genetikanya atau tidak; dan menunjukkan bahwa buah telah memenuhi standar di negara penghasilnya. Bila impotir buah dan sayur tidak memberikan informasi yang benar, bisa dicabut izin impornya oleh Departemen Perdagangan.

  1. Bermasalah di bea cukai

Importir buah sayur akan berurusan dengan pihak bea dan cukai di pelabuhan sebelum produknya bisa diangkut ke gudang. Pembayaran bea masuk dan PPN harus dilakukan tepat waktu bila importir buah dan sayur ingin cepat membawa produknya. Sementara itu, pihak bea cukai akan memeriksa apakah spesifikasi produk yang dilaporkan sesuai dengan kenyataan. Jika importir buah dan sayur bermasalah di bea cukai, produknya bisa tertahan lama atau bahkan dimusnahkan oleh pihak bea dan cukai.