kurma harus paham ini jenis atau tingkat kematangannya, agar bisa memberikan informasi yang tepat kepada pembeli.

">

Belajar Tahapan Tingkat Kematangan Kurma

22 May 2020

Belajar Tahapan Tingkat Kematangan Kurma

Kurma bukan buah yang asing bagi sebagian masyarakat dunia, termasuk masyarakat Indonesia. Kurma yang masuk ke tanah air beragam jenis hingga tingkat kematangannya. Nah, buat Anda yang ingin menjual kurma harus paham ini jenis atau tingkat kematangannya, agar bisa memberikan informasi yang tepat kepada pembeli.

Terkait jenis kurma, sudah dibahas beberapa waktu lalu. Artikel terkait bisa diintip disini. Sementara jenis kematangannya, akan dijelaskan dalam tulisan ini. Sudah siap?

Menurut Prof. Dr. Ir. Sudarsono, MSc., pakar kurma dari Institut Pertanian Bogor (IPB) seperti dikutip kompas.com, perkembangan buah kurma secara umum dikelompokkan ke dalam lima tahap, yaitu hababouk, kimri, khalal, ruthob dan tamr.

Baca juga : Rendaman Kurma Obat Sembelit

Menurutnya, jika buah kurma yang dipanen akan dipasarkan untuk pasar lokal, maka buah kurma bisa dipanen pada fase ruthob. “Untuk pasar tertentu, harga kurma ruthob bisa lebih mahal dari kurma tamr karena memerlukan penanganan tambahan untuk menjaga agar kurma ruthob tidak mengalami kerusakan dan tetap mempunyai tekstur kurma segar,” tutur Sudarsono.

Tahapan Kematangan Kurma

Hababouk

Tahapan hababouk adalah tahapan yang Sudarsono sebut dengan istilah buah penthil atau calon buah baru yang mulai berkembang setelah bunga kurma berhasil diserbuki dan tidak rontok. Biasanya, dibutuhkan waktu sekitar beberapa minggu untuk mengetahui apakah penyerbukan yang dilakukan berhasil dan buah kurma bisa menjadi hababouk.

Kimri

Selanjutnya adalah tahapan kimri. Buah kurma yang berada dalam tahapan ini bentuknya sudah mulai membesar dan membentuk tubuh buah, tapi masih berwarna hijau, rasa sepat atau pahit.

Khalal

Tahapan selanjutnya dari perkembangan buah kurma adalah khalal atau sering disebut sebagai kurma mentah. Tahapan ini adalah pertumbuhan maksimum secara fisiologis dari buah kurma. Pada tahap ini, buah kurma sudah mulai berubah warna dari hijau menjadi kekuningan, lalu kemerahan, hingga merah tua. Warna tersebut bisa berbeda tergantung pada varietas kurmanya.

Kurma yang berada pada tahap khalal sudah bisa dipanen dan dimakan, tapi tidak bisa disimpan terlalu lama. Jika ingin menyimpan buah kurma khalal, maka harus dimasukkan ke freezer supaya buah tidak mengalami fermentasi. Kurma pada tahapan khalal ini disukai oleh kalangan tertentu karena tekstur buahnya masih sangat renyah. Kurma jenis ini disebut juga kurma barhi.

Ruthob

Buah kurma ruthob warnanya sudah berubah jadi kecoklatan atau kehitaman, tergantung pada varietas kurmanya. Kurma ruthob memerlukan penanganan khusus karena kurma ini masih berpotensi untuk mengalami fermentasi sehingga akan jadi asam. “Untuk itu, penyimpanan di suhu dingin perlu dilakukan jika ingin menyimpan dalam waktu yang lama,” ujar Sudarsono. Rasa kurma ruthob manis. Jenis ini umum dijual dan dikonsumsi.

Tamr

Tahapan ini jadi tahapan terakhir dari perkembangan buah kurma. Buah kurma dalam tahap seperti ini yang sering kita temukan di pasaran. Kurma tamr juga seringkali dikenal sebagai kurma kering. Warnanya telah berubah menjadi coklat atau kehitaman dan dapat disimpan dalam jangka panjang karena kadar airnya sudah betul-betul menurun. Kurma tamr digemari oleh banyak orang karena teksturnya lembut dan tidak lagi memiliki serat. Kandungan gula dalam buahnya juga meningkat karena kadar air dalam buahnya sudah menurun. idf

Sumber : berbagai sumber