KELAPA PANDAN

KELAPA PANDAN

Kelapa pandan awalnya berasal berasal dari Thailand, tetapi kemudian dibudidayakan di Indonesia. Kelapa pandan banyak tumbuh di pulau Sebatik, Nunukan – Kalimantan Utara (Kaltara) dan telah tercatat sebagai tanaman khas Kaltara.

Sesuai dengan namanya, kelapa ini memang memiliki aroma khas daun pandan. Aroma ini bahkan bisa langsung tercium ketika serabut mulai dibuka. Air kelapanya pun memiliki aroma yang sama.

Kelapa pandan ini memiliki citarasa yang sangat manis, rasa manis yang dihasilkan sangat kuat. Bahkan, saking manisnya kita tidak perlu menambahkan gula atau sirup saat menikmatinya. Buah kelapa pandan wangi berwarna hijau. Walaupun warnanya masih hijau seperti kelapa muda, namun sebenarnya sudah tua.

Buahnya berukuran kecil berbentuk bulat berbiku tiga dengan kandungan air kelapa pandan sekitar 200 - 300 milli liter (ml). Keunggulan lainnya adalah kelapa pandan wangi memiliki aroma yang khas layaknya daun pandan, terutama bagian dagingnya. Daging buahnya tipis berwarna putih serta memiliki aroma yang wangi. Daging buah lembut dan creamy. 

Air kelapa pandan memiliki kandungan elektrolit yang cukup tinggi. Bahkan kandunganya lebih baik dari minuman isotonik bervitamin, sehingga dapat menjadi pengganti cairan tubuh. Dicuaca panas, minum ini dijamin rasa dahaga dan letih hilang seketika. Rutin mengonsumsinya juga baik untuk menghilangkan racun di tubuh dan membantu menurunkan panas tubuh..

Selain dinikmati segar, buah ini bisa juga diolah menjadi aneka makanan manis. Seperti puding kelapa, bolu, sop buah hingga klappertart. Kelapa pandan bisa disimpan dengan suhu kamar  selama 6-8 jam. Dalam lemari es dengan suhu 0 derajat tahan selama 14 hari. Sementara di suhu 2 derajat tahan 10 hari.

Kelapa pandan bisa dinikmati sepanjang tahun. Karena pohon kelapa pandan dapat dipanen setiap 20 – 25 hari sekali.