JERUK DEKOPON

JERUK DEKOPON

Jeruk dekopon termasuk jeruk mandarin yang asalnya dari hasil persilangan antara tangor kiyomi dan jeruk mandarin ponkan. Dekopon dikembangkan di Jepang pada 1972, kemudian populer dan ditanam di Brazil, Korea Selatan dan Indonesia.

Di Indonesia, Dekopon mulai dikembangkan sejak awal tahun 2014, dan diterima dengan mudah oleh pasar tanah air. Dekopon asli Indonesia berbeda dengan yang dikembangkan di negara lain. Secara garis besar, jeruk ini memiliki benjolan besar di salah satu ujungnya, kulit tebal dan bergelombang. Mudah dikupas, seperti kebanyakan jeruk mandarin. Punya selaput yang sangat tipis menutupi bulir. Bulir besar dan tak berbiji. Kulitnya orange kekuningan dan ada sedikit warna hijau di bagian benjolannya. Memiliki rasa manis dengan kadar asam yang sedang.

Satu dekopon berukuran sedang memiliki sekitar 100 persen nilai harian vitamin C yang direkomendasikan. Dekopon rendah kalori dan mengandung beberapa kalium, serat makanan, gula, protein dan vitamin A. Dengan kandungan nutrisi yang dimilikinya, dekopon bisa jadi cemilan harian guna meningkatkan kekebalan tubuh. Sehingga tidak mudah terserang penyakit.

Cara terbaik untuk menikmatinya adalah dalam keadaan segar. Tetapi jika ingin dibuat selai atau saus juga bisa. Jeruk dekopon termasuk buah musiman.