BROWN SHIMEJI

BROWN SHIMEJI

Shimeji sekelompok jamur yang dapat dimakan. Asalnya dari Asia Timur, tetapi juga bisa ditemukan di Eropa utara.  Jamur shimeji terdiri dari beberapa jenis, yaitu hon-shimeji, saprotroph dan buna-shimeji.

Hon-shimeji merupakan jenis jamur mikoriza yang sulit dibudidayakan. Sehingga, jenis saprotrophlah yang banyak dibudidayakan dan diperjual belikan. Ada buna-shimeji atau yang dikenal dengan brown shimeji atau brown beech mushroom. Budidaya buna-shimeji pertama kali dipatenkan oleh Takara Shuco Co., Ltd. Pada tahun 1972 sebagai hon-shimeji dan produksi pada tahun 1973 di Jepang. Ada pula bunapi-shimeji yang dikenal dengan white shimeji atau white beech mushroom.

Kedua jamur tersebut juga sering disebut jamur beech karena tumbuh di pohon mati. Shimeji memiliki bentuk batang yang ramping dan bergerombol dengan topi jamur berwarna putih dan coklat. Panjang batangnya sekitar 10 cm dengan diameter topi sekitar 1 cm. Ukurannya sedikit lebih besar dibanding jamur enoki.

Jamur shimeji, sangat lezat dimakan. Tetapi tidak bisa dimakan secara mentah, harus diolah terlebih dahulu. Ketika mentah tidak mengeluarkan aroma, namun saat dimasak mengeluarkan aroma yang membuat lidah bergoyang. Cara memasak bisa jamur shimeji bisa dilakukan dengan banyak cara, ditumis, dipanggang, dan dikukus. Bisa dimix dengan ragam sayuran juga jenis makanan lain. Kelezatan jamur shimeji bisa disamakan dengan daging, karena teksturnya yang kenyal. Warna dagingnya putih gading.

Shimeji mengandung antioksidan, serat, kandungan vitamin, mineral, rendah kalori dan bebas kolesterol. Dengan segala nutrisi yang dimiliki, jamur jenis ini bisa mengatasi nyeri ulu hati, membantu menambah massa otot, mengobati meriang juga masuk angin.

Selain itu, nutrisinya bisa menaikkan kadar haemoglobin dalam sel darah, mencegah kanker, mengatasi radang tenggorokan, mencegah panas dalam, dan menghilangkan bekas luka dengan cepat dari dalam. Jamur shimeji tersedia sepanjang tahun.