mushrooms bukan termasuk golongan sayuran.

">

Fix, Jamur bukan Sayuran

08 Jan 2020

Fix, Jamur bukan Sayuran

Selama ini banyak orang mengelompokkan jamur sebagai sayuran. Tapi tahukah Anda, ternyata jamur atau mushrooms bukan termasuk golongan sayuran. Mau tahu, kenapa? Simak penjelasannya ya!

Jika selama ini Anda mengira jamur termasuk jenis sayuran, Anda salah besar. Jamur bukanlah termasuk golongan sayur mayur. Hal ini dikarenakan jamur tidak memiliki daun, akar, ataupun biji. Bahkan, jamur tidak butuh cahaya untuk tumbuh. Meskipun bukan termasuk golongan sayur, ternyata jamur memiliki beragam nutrisi penting layaknya sayuran

Jamur yang biasa dikonsumsi antara lain, jamur tiram, jamur kancing, jamur merang, jamur kuping, jamur shitake, jamur brown shimeji dan white shimeji, king oyster dan jamur enoki yang sedang hits.

Seperti diketahui, jamur kaya akan vitamin B seperti riboflavin (B2), folat (B9), tiamin (B1), asam pantotenat (B5), dan niasin (B3); vitamin D; serat; potasium dan kalsium yang sangat baik untuk kesehatan tubuh.

Mengonsumsi jamur setiap hari dipercaya dapat mencegah penyakit jantung dan diabetes. Bahkan jamur juga digadang-gadang sebagai penurun berat badan. Orang yang mengganti konsumsi daging merah dengan jamur, dipercaya dapat menurunkan berat badannya hingga 1,5 kg. Hal ini dikarenakan sifat jamur yang rendah kalori dan kaya serat mampu mengenyangkan tapi tidak menggemukkan. Oleh karenanya, jamur sangat baik dikonsumsi untuk Anda yang sedang diet.

Baca juga : Saat Imlek, Saat Gift Pack

Tak hanya itu, dilansir dari Elite Readers, makan dua porsi jamur setiap minggu diyakini mampu mengurangi risiko penurunan fungsi otak hingga 50%. Ini artinya, jamur dapat mengurangi risiko gangguan kognitif ringan. Hal tersebut dikarenakan kandungan asam amino yang terdapat pada jamur yang sangat tinggi.

Jamur juga berguna untuk menangkal radikal bebas penyebab penuaan dini, sehingga tak heran bila jamur mampu menjaga kesehatan kulit karena kandungan antioksidan yang tinggi. Selain itu, jamur juga merupakan sumber selenium, yang penting untuk menjaga kesehatan sistem reproduksi, produksi DNA, dan fungsi kelenjar tiroid.

Selain kaya akan gizi, mengolah jamur pun tak sulit, mengingat jamur mudah dipadupadankan dengan olahan makanan lain. Apalagi rasa jamur yang umami, yang artinya sangat gurih bak penyedap rasa, membuat banyak orang suka mengolah jamur menjadi masakan bersama sayur-mayur yang lain. Anda bisa memasak jamur dengan ditumis, dibuat sup, atau digoreng crispy.